RHXS Volume 2 Chapter 1.1
TL : Kazue Kurosaki
ED : Iwo
◁◎●Volume 02 ●◎▷
——————————————————
Chapter 1
Part 1
"Pertama-tama, aku biasa dipanggil 'Hero'."
"Dan aku pernah menjadi Elf yang disebut 'Sage'."
Berdiri berdampingan, Reid dan Elria berbicara bersama.
“Aku bereinkarnasi ke dunia seribu tahun kemudian ―― Dan sekarang, karena berbagai alasan, kami bertunangan.””
Kami berdua berbicara langsung kepada Wiesel dan Millis, tanpa menyembunyikan apa pun.
Bagi orang luar, kata-kata barusan terdengar sangat tidak bisa dipercaya, tetapi bagi Wiesel dan Millis. Hal tersebut cukup meyakinkan.
"Aku mengerti.”
Wiesel dan Millis percaya hal itu. Reaksi mereka tampak lebih normal daripada yang dipikirkan Reid dan Elria, membuat keduanya saling bertatapan.
“… Tunggu, kalian berdua percaya?”
"Ya, kami percaya, mengapa kamu ragu pada kami?"
"Itu benar, Reid-san dan Elria-sama jelas tidak normal, dan kami sangat lega melihat kalian memiliki alasan yang jelas untuk itu."
“Nona Millis benar. Mengabaikan peristiwa yang mengarah ke masa kini, kita sekarang dapat mengatakan bahwa itu adalah kemampuan yang diperoleh dua orang dari masa lalu dan memiliki alasan yang jelas, daripada dua makhluk dengan kemampuan yang tidak diketahui melalui mutasi. Itu benar-benar meyakinkan kami untuk mengetahui hal itu.
Pasangan itu mengangguk.
"Jadi, apa itu 'Hero' Reid-san?"
"Berdasarkan konteksnya, kupikir itu adalah seseorang yang berhubungan dekat dengan 'Sage'..."
“Seribu tahun yang lalu, ada sebuah negara bernama 'Altein'. Mereka selalu melawan Vegalta untuk memperebutkan tanah dan sumber daya, dan dalam perang itu, hanya aku yang bisa menandingi 'Sage' dengan kemampuan yang setara ――”
"Dan Reid disebut 'Hero'."
Hehe~, Elria dengan bangga membusungkan dadanya sedikit. Dilihat dari gestur dan sikapnya, Elria terlihat sangat senang akhirnya dia bisa mengatakan apa yang ingin dia katakan.
Namun reaksi kedua sahabat masih belum terlalu positif.
"Altein dan Pahlawan... Tak satu pun dari itu yang pernah kudengar."
“Aku mengerti apa arti kata 'Hero'... tapi jika kamu bisa bertarung setara dengan 'Sage' maka tidak aneh kalau namamu tercatat di buku sejarah, kan?
"Itu benar, paling tidak, setiap pertempuran yang melibatkan 'Sage' dicatat sebagai peristiwa sejarah, dan bahkan jika negara Altein itu sudah tidak ada lagi, nama dan cerita tentang tempat itu masih ada?"
“Kami juga melakukan beberapa penelitian, tetapi nama Altein tidak pernah muncul, dan detail pertempuran yang Elria dan aku tahu telah diubah atau dihapus seluruhnya dari catatan.”
Pertarungan yang diketahui Reid dan Elria juga tercatat dalam buku sejarah, namun, sementara penyebab dan peristiwa utama semuanya sesuai dengan ingatan, lawan Vegalta diganti namanya dari Altein ke negara lain, dan terkadang ada beberapa pertarungan yang tidak pernah terjadi.
Keduanya telah membandingkan buku-buku keluarga Caldwen dengan yang dipegang oleh Akademi dan buku-buku yang dijual di pasaran, tetapi isinya sama.
“Setidaknya, menurut kepala sekolah dan Elria, sepertinya nama dan keberadaan 'Hero' telah diwariskan di antara komunitas Elf.”
"Jadi? Cerita apa itu―― NYUU!? "
“… Kamu hanya perlu tahu bahwa itu di sampaikan.”
“MM… hm.”
Elria mencubit pipi Millis, rupanya karena malu jika Millis mengetahui bahwa kisah antara Elria dan Reid nantinya akan berubah menjadi kisah cinta. Tapi meski begitu, itu hanya "dari mulut ke mulut".
Kisah yang ditinggalkan para Elf bukanlah fakta sejarah melainkan dianggap dongeng atau fantasi, sehingga reliabilitasnya tidak tinggi.
“Jadi sekarang, daripada mencari jejak sejarah seluruh negara, kami lebih fokus dalam mencari jejak sejarah sistem teknologi, seperti alat sihir dan siklus transformasi ekologi binatang sihir, dan mengumpulkan petunjuk terkait perbedaan cara informasi dan komunikasi di masing-masing negara."
“…Begitu ya, kalau begitu maka orang yang tepat untuk ini adalah aku.”
Keluarga Blanche, tanah air leluhur Wiesel, tidak hanya memiliki sejarah yang kaya akan insinyur alat sihir, tetapi juga memiliki catatan tentang memberi hadiah alat sihir kepada Keluarga Kerajaan. Melalui tindakan itu, mereka memperoleh pengetahuan yang tidak diketahui oleh orang biasa, dan dan mungkin saja mereka telah meneruskannya ke generasi berikutnya dengan cara tertentu.
Mendengar hal itu, Millis dengan malu-malu mengangkat tangannya dan bertanya.
“Err… sepertinya aku mewakili rakyat jelata di sini, jadi adakah yang bisa kulakukan untuk membantu…?”
"Terkadang kita juga membutuhkan pandangan dari orang-orang sepertimh. Nah, kamu tahu, pada zamanku, Noaberg, tempat di mana kau tinggal, berada di wilayah kekuasaan Altein."
“Ehhh!? Apakah itu berarti tempat itu dulunya kaya dan makmur, bukan pedesaan seperti sekarang?"
“Tidak, bahkan saat itu, itu dikelilingi oleh perbukitan dan pegunungan dan dianggap sebagai daerah terpencil yang hanya dihuni oleh pengembara.”
"Begitu ya... dengan kata lain, nasibku dari seribu tahun yang lalu adalah nasib orang biasa..."
Mendengar kata-kata itu, Millis dengan sedih mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia pasti membayangkan nenek moyangnya bermain dengan domba seperti sekarang.
"Tapi aku pikir bagus berada di daerah terpencil seperti itu."
"Hei Elria-sama, Noaberg dianggap pedesaan, aku sudah patah hati, apalagi terpencil..."
“Tidak, bukan itu yang kumaksud. Jika itu adalah tempat seperti itu, kemungkinan informasi disimpan dari mulut ke mulut, dan mungkin saja ada puisi atau tarian seperti Peri."
Kata Elria sambil menepuk kepala Millis dengan nyaman.
Jika cerita-cerita itu diwariskan oleh para Elf, mungkin juga individu-individu dari etnis tertentu mewarisinya. Mirip dengan Lyatt, yang melayani Reid sebagai pembawa bendera para Pahlawan seribu tahun yang lalu dan meninggalkan catatannya kepada keturunan seperti Alma, mungkin masih ada petunjuk di suatu tempat. Meskipun kemungkinannya kecil karena pihak ketiga sengaja menghapus informasi tersebut, setiap kemungkinan kasus harus dipertimbangkan untuk menemukannya.
“Mengumpulkan informasi tidak hanya membutuhkan tenaga, tetapi juga analisis, jadi aku pikir akan bijaksana untuk memberi tahu kalian berdua tentang situasinya dan ingin menerima bantuanmu, karena kalian berdua adalah orang-orang yang dapat Kami percayai.”
“…Aku senang kalian berdua memercayaiku, tapi memang benar ada hal-hal yang hanya boleh dibagikan dengan orang yang bisa kamu percayai.”
“Sulit dipercaya bahwa seseorang bereinkarnasi ke dunia seribu tahun kemudian…”
“Jika seseorang mencoba mengacaukan sejarah, mereka juga dapat merugikan mereka yang mengetahuinya.”
Nyatanya, pihak lain sudah melakukan hal yang sama.
Munculnya binatang sihir yang dikenal sebagai "Naga Bersenjata" pada saat ujian Akademi. Ada terlalu banyak hal yang tidak diketahui terkait masalah itu, dan pelakunya belum teridentifikasi.
Tidak hanya itu, di era ini, "Naga Bersenjata" benar-benar punah, namun, mereka muncul melalui ruang dan waktu yang mirip dengan Reid dan Elria.
“…Untuk alasan itu, kami juga cukup ragu, tidak yakin apakah kami harus memberi tahu kalian berdua, karena kalian berdua pasti akan terseret ke dalam masalah kami.”
Meskipun mereka menjadi teman, Wiesel dan Millis tidak ada hubungannya dengan situasi mereka, dan baik Reid maupun Elria tidak ingin membahayakan kedua teman itu, namun demikian, mereka memutuskan untuk menjelaskan kepada mereka berdua.
“Kami menyadari, jika kami dapat melindungi diri kami sendiri, tidak akan ada masalah.”
“Kedengarannya meyakinkan untuk didengar…!!”
“…Itu benar, selama kalian berdua bersama, itu hampir sepenuhnya aman.”
Adapun Reid dan Elria, yang memiliki kemampuan luar biasa bahkan di zaman sekarang ini, mereka pasti bisa melindungi keduanya dari bahaya apa pun. Ini bukan kepuasan diri atau apa pun, tetapi penilaian kemampuan diri sendiri berdasarkan kekuatan dan pengalaman masa lalu seseorang.
“Alma ada di pihak kita dan sudah mengetahuinya, jadi seharusnya tidak apa-apa.”
“Oh, jadi itu sebabnya Reid-san sepertinya dekat dengan Alma-sensei?”
“Um. Kakek buyut Alma pernah menjadi bawahanku sebagai pembawa bendera.”
"Aku mengerti, kalau begitu yakinlah!"
Millis mengatakan itu sambil menepuk pundak Elria dengan senyum di wajahnya, sementara orang yang ditepuk hanya memiringkan kepalanya dengan bingung.
“Itulah mengapa aku ingin meminta maaf karena telah membuat kalian berdua terlibat dalam hal ini, tapi tetap saja, aku harap kalian dapat membantu kami.”
"Jangan khawatir, aku sudah tertarik dengan kemampuanmu sejak pertama kali bertemu denganmu, dan itu juga sumber inspirasi yang bagus untuk membuat alat sihir baru."
“Itu adalah permintaan dari salah satu dari sedikit temanku, jadi biarkan aku membantu!”
"Terima kasih kalian berdua..."
Elria menatap kedua sahabat sambil tersenyum.
Dan saat percakapan akan berakhir, pintu kelas terbuka.
“ *Haa~* …Oke, kelas mulai.”
Alma memasuki kelas sambil menguap, diikuti oleh seorang wanita dengan rambut coklat diikat ke belakang.
Ada sesuatu yang cukup akrab dengan penampilan orang ini.
“Itu… jika aku ingat dengan benar, dia adalah pengawas kami selama ujian masuk, kan?”
“Um. Aku ingat dia sedikit membimbingku.”
Dan saat kedua dosen itu naik ke podium, Alma bertepuk tangan lembut.
“Perhatian semuanya! Instruktur baru yang datang hari ini akan menyiapkan perkenalan yang sangat menarik untuk kita.”
“E-Eh? Pengenalan yang menarik…? Seperti mengeluarkan burung merpati dari telapak tanganmu atau semacamnya…!?
"Hey, jangan tiba-tiba serius begitu."
Wanita itu mengeluarkan suara "sakit" dan mengerang saat Alma menepuk kepalanya dengan ringan.
Melihat para siswa yang bingung, Alma berdeham.
“Seperti yang diketahui, beberapa hari yang lalu ada insiden yang agak merepotkan di mana pihak ketiga mengganggu ujian dan melepaskan binatang sihir untuk menyerang para siswa. Oleh karena itu, Akademi telah memutuskan untuk menunjuk lebih banyak dosen untuk setiap kelas.”
“Aku Philia Theresia, penyihir kelas satu. Senang berkenalan denganmu."
Wanita tersebut memperkenalkan dirinya sebagai Philia sambil sedikit menundukkan kepalanya. Alma kemudian melanjutkan penjelasannya.
“Aku akan tetap menjadi guru wali kelas, namun sebagai penyihir kelas khusus, terkadang aku harus bertindak untuk menilai situasi dan memberikan instruksi jika ada hal yang terjadi. Kemudian, asistenku, Miss Philia, akan bertanggung jawab atas kelas."
“Maaf, tapi kalian bukan tandingan Alma-chan ―― SAKIT!? "
“Kamu juga penyihir kelas satu, jadi tenanglah. Dan jangan panggil aku Alma-chan lagi."
“Aku sudah terbiasa memanggilmu seperti itu sejak SMA… Permisi, Alma-chan ―― SAKIT!? "
Setiap kali Philia buru-buru mengatakan sesuatu, Alma akan menepuk kepalanya. Dari cara keduanya berinteraksi, sepertinya mereka sangat akrab.
“Oke, Philia, aku harus menemui kepala sekolah sekarang, agar kamu bisa mengurusnya.”
“Y-Ya… aku akan melakukan persis seperti yang diperintahkan Alma-chan kemarin!”
"Baiklah kalau begitu. Dan jangan panggil aku Alma-chan lagi."
Alma memberi isyarat agar Reid dan Elria mengikuti setelah menjitak dahi Philia.
“Reid, Elria, kepala sekolah memanggil kalian berdua, jadi sekarang ikuti aku.”
"Baik. Mari kita lihat apakah kepala sekolah memiliki sesuatu untuk dikatakan."
"Reid... Apa yang harus kita makan malam ini?"
"Aku ingin daging."
"Mm, kalau begitu aku akan mengambil ikannya, lalu kita akan membaginya sama rata."
"Kalian berdua, aku memanggilmu..."
Reid dan Elria meninggalkan kelas bersama Alma yang sedikit kesal.
◆ ◇
Reid, dan Elria mengikuti Alma menuju kantor kepala sekolah, sebuah tempat yang tidak asing bagi kami berdua.
Dan setelah aku membuka pintu dan masuk...
"―― Maafkan aku, sungguh, sungguh, seribu kali maaf!!!" teriak seorang gadis kecil yang berlutut di lantai sambil menyambut kami.
"Ah...? Ada apa, Nona?"
"Aku tidak ingin dimarahi lagi! Jadi aku memutuskan untuk meminta maaf sejak awal!!"
“Bisakah kau memberi tahu kami alasan detailnya mengapa kau meminta maaf?”
“Pertama-tama, berjanjilah padaku bahwa kalian tidak akan marah! Aku telah berusaha sebaik yang aku bisa! Aku mencoba menjelaskan bahwa Reid-kun tidak bersalah, tetapi semua orang memandangku dengan tatapan tajam!!”
Elise menangis dan membenturkan tangannya ke lantai seolah-olah ia telah kehilangan seluruh martabat seorang kepala sekolah.
Melihat Elise dalam keadaan seperti itu, Alma menggaruk kepala, menghela nafas, dan berkata,
"...Ada beberapa hal yang terkait dengan kejadian sebelumnya yang telah disebutkan."
"...Dengan penampilan yang sangat mencolok, tentu saja orang-orang akan bertanya."
"Naga Bersenjata adalah makhluk sihir yang dapat menetralkan sihir, bahkan para instruktur kesulitan menghadapinya, dan bahkan penyihir kelas khusus seperti Alma kesulitan. Meskipun tindakan Reid adalah untuk menghancurkan makhluk itu, serangannya benar-benar mengubah medan pertempuran, sehingga tidak mengherankan jika ada bentuk hukuman."
Elise pasti ikut campur untuk membantunya juga.
"Meskipun Reid-kun agak berlebihan, dia melindungi para siswa dan juga para instruktur. Selain itu, menurut Alma-chan, Elria-kun juga membawa mereka ke tempat yang aman. Mempertimbangkan kejadian itu, aku akan meminta Keluarga Kerajaan memberikan penghargaan kepada kalian berdua..."
Sambil menyeka air mata, Elise kembali menundukkan kepalanya.
"Tapi... bukan hanya Keluarga Kerajaan, Asosiasi Penyihir juga menolakku."
"Yah, menurutku itu wajar saja."
Dunia ini adalah tempat di mana sihir berkuasa. Keluarga Kerajaan, keluarga terkenal yang memerintah Kerajaan Sihir Vegalta, dan Asosiasi Penyihir, yang mengelola para penyihir terbaik, tidak akan pernah mengakui eksistensi Reid.
"Seseorang yang tidak memiliki sihir, tetapi menggunakan jenis kemampuan yang benar-benar berbeda... Jika cerita itu menyebar, yang hanya memerlukan satu pukulan untuk mengalahkan makhluk iblis, sedangkan para instruktur dan penyihir kelas khusus tidak bisa mengalahkan makhluk iblis. Jika perbedaannya tidak bisa diungkapkan, semua upaya untuk membangun fondasi eksistensi 'Sihir' akan terguncang."
Itu sebabnya prestasi Reid tidak diakui. Dari sudut pandang Keluarga Kerajaan dan Asosiasi Penyihir, akan lebih baik dan lebih aman jika Elria yang menerima penghargaan tersebut, karena dia telah menunjukkan bakatnya sebagai Sage yang bereinkarnasi sejak kecil.
"Jika tiba-tiba muncul makhluk iblis yang tidak dikenal dari mana asalnya, dan sebagai warga sipil kamu menggunakan kemampuan yang tidak dikenal seperti yang kamu miliki, ada kemungkinan orang akan mencurigai bahwa kamu adalah pelakunya, dan semua yang terjadi sebelumnya telah diselesaikan..."
"I-Iya, memang benar beberapa orang punya pendapat seperti itu! Tapi aku menyangkal semuanya..."
"Tapi belum ada bukti konkrit, terlebih lagi, fakta bahwa aku melindungi para instruktur dan juga siswa tidak bisa disangkal, jadi mereka mungkin akan memanfaatkan kenyataan bahwa aku... Mengubah medan pertempuran untuk membatalkan prestasi. Karena pelakunya belum ditemukan, mereka mungkin tidak ingin menyelidiki masalah yang tidak perlu."
“Eh, sepertinya diskusinya berakhir seperti itu"
Aku tidak keberatan dengan keputusan itu. Jika aku melakukannya, aku akan dipaksa untuk membuktikan kemampuanku, dan sekarang aku tidak dapat memberikan penjelasan yang memuaskan. Kalau begitu, menyangkalnya hanya akan memberi kesan buruk padamu."
"Aku belum menjelaskan apapun, tapi kau sudah menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir!!!" tambah Elise.
Mungkin karena perannya sebagai penjelas telah diambil oleh Reid, Elise merasa frustrasi. Dia mungil tapi penuh emosi.
“…Tapi, apakah kamu baik-baik saja dengan itu?”
"Ya, tidak apa-apa"
"Jadi bagaimana dengan Elria-kun?"
“……..”
“Sepertinya kau kelihatan kecewa”
Elria mengembungkan pipinya seolah-olah mengatakan bahwa dia tidak setuju sama sekali.
“Aku tidak membutuhkan siapa pun untuk mengakui pencapaianku.”
"Hah…? Tidak mungkin, itu akan sangat canggung bagi semua orang."
“Tidak apa-apa jika kamu merasa bahwa pencapaian itu adalah hasil dari usahamu sendiri, tetapi kau tidak perlu menilai atau mengakui apa pun. Aku tidak ingin menikmati hasil kerja keras Reid?"
"Aku pikir itu tidak masalah, jangan ragu untuk menikmati apa yang telah kamu capai."
"Tidak."
Elria cemberut dan memalingkan wajahnya, nampaknya tidak senang dengan apa yang baru saja dikatakan kepala sekolah. Sepertinya Elise juga mengerti, jadi dia mengangguk dan berdeham.
"Baiklah, aku mengerti. Aku akan memberitahu mereka niatmu sebenarnya... Selain itu, dari kejadian tadi, satu hal lagi yang berhubungan dengan Reid-kun telah diputuskan."
Setelah mengatakan itu, ekspresi Elise berubah.
"Baik aku, Keluarga Kerajaan, dan Asosiasi Penyihir tidak mengatakan apa pun tentang kemampuan Reid-kun, tapi tanpa memperjelas kemampuanmu, akan sulit untuk mendapatkan pengakuan resmi."
Bahkan jika Reid dengan jelas menunjukkan apa yang bisa dia lakukan, jika kemampuannya tidak mirip dengan sihir, akan sulit untuk menganggapnya sebagai seorang penyihir.
“Itulah mengapa mereka akan menyelidiki secara detail untuk memutuskan apakah mereka dapat memperlakukanku sebagai seorang penyihir, atau harus membuat sistem terpisah untuk orang-orang yang memiliki kemampuan yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
“…Apa maksudmu?”
“Alma Kanos, penyihir kelas khusus yang bertanggung jawab atas kelasmu, ditugaskan untuk menyelidiki dan mengevaluasi kemampuanmu secara detail. Selain itu, karena peringkat tes reguler siswa reguler selalu mendukung sihir, Asosiasi Penyihir telah membuat tes terpisah untukmu.”
Niatnya jelas, jika kemampuan Reid tidak berhubungan dengan sihir, maka keberadaannya tidak akan dikenali. Dalam hal ini, mereka hanya diberi tantangan yang mustahil...
“Keputusannya ialah bahwa semua tesmu akan diawasi oleh penyihir kelas khusus.”
Mereka adalah individu yang berdiri di puncak sihir dengan kekuatan luar biasa yang setara dengan kemampuan menggunakan sihir tingkat sepuluh, peringkat tertinggi saat ini, dan bahkan mampu mengalahkan binatang sihir berukuran raksasa. Elise jelas memahami kesulitan yang akan dihadapi oleh orang-orang tersebut, karena dia sendiri adalah salah satu dari mereka.
“Aku keberatan, atau dengan kata lain aku tidak berniat membiarkan mereka melakukan itu ――”
"Aku tahu. Aku tidak punya pendapat tentang kondisi itu.”
“Reid-kun!! Aku belum selesai bicara!!”
"Sejak awal aku tahu ini adalah posisi yang menantang, dan aku juga mendapat perintah dari kepala keluarga Caldwen, waliku, untuk menunjukkan kemampuanku dan mencapai hasil maksimal. Semua orang harus diam. Selain itu, Nyonya juga memberi izin kepadaku untuk mengatasi semua kesulitan dengan cara yang diperlukan."
Reid menjawab dengan senyum tanpa rasa takut. Sejak kehidupan sebelumnya, Reid selalu merasa bahagia saat menghadapi lawan yang kuat. Mau itu disebut pahlawan, disebut monster. Itu sebabnya... Reid tertarik pada Elria, lawan yang tangguh, dan bahkan sampai sekarang, perasaan itu tidak berubah.
"Jika itu adalah penyihir kelas khusus, maka aku tidak akan kekurangan lawan."
Elise menelan ludah melihat senyuman Reid. Dia kemudian menoleh ke Elria, yang baru saja memperhatikan dengan diam.
“E-Elria-kun, apa kamu tidak keberatan?”
“Mm, aku juga ingin mengatakan sesuatu.”
“Itu benar, jika Reid-kun gagal dalam ujian apa pun maka kehormatan keluarga Caldwen akan diremehkan ――”
"Aku juga ingin melawan penyihir kelas khusus."
"Elria-kun!! Tolong jangan membuat segalanya menjadi lebih rumit!!"
“Tapi, aku ingin bersenang-senang melawan Alma-sensei… dan jika yang lain sama kuatnya maka akan menarik untuk melihat jenis sihir yang berbeda."
Mata Elria berbinar saat dia mengangguk terus menerus. Tampaknya orang-orang yang memiliki pendapat yang sama sering kali berpikiran serupa.
"Kalau begitu… Reid, ayo kita bagi dua."
"Oh, kedengarannya bagus. Ada total sembilan penyihir kelas khusus, meninggalkan satu supervisor yang menyisakan delapan, sehingga jika dibagi menjadi dua, akan menghasilkan empat tes komprehensif."
“Memikirkan ide ini, kamu benar-benar jenius.”
“Tunggu… Jangan bersenang-senang tanpa aku…!!!”
Elise mengerang dan jatuh ke lantai.
"Mmm... membatasi Elria-kun mungkin tidak cukup, mengingat kemungkinannya untuk menjadi penyihir kelas khusus di masa depan. Mungkin lebih baik membiarkan Elria-kun belajar dari pengalaman mulai sekarang."
Melihat mata Elise berputar, Alma menghela nafas dan berbicara.
“Elise sepertinya sangat khawatir, sepertinya dia akan sakit. Mungkin kita harus keluar sebentar?”
“Um… tapi aku baru saja mendapat obat mujarab dari dokter…”
“Membiarkan seorang gadis kecil menjadi kecanduan obat bukanlah hal yang menyenangkan, jadi jagalah dirimu sendiri."
Setelah menepuk lembut kepala Elise, Alma meninggalkan ruangan bersama Reid dan Elria.
Dan setelah beberapa saat berjalan di koridor Akademi...
"-- Bagaimana? Apakah aku melakukannya dengan baik?”
Memalingkan kepalanya, Alma tersenyum nakal.
“Um, kamu melakukan pekerjaan dengan baik.”
"Hehe. Seperti yang diharapkan dari keturunan seseorang yang mengabdi di bawah Pahlawan.”
“Bagaimana dengan hubunganmu dengan guru kelas yang baru?”
“Philia juga belajar di sini, dan tidak hanya berpengalaman tapi juga bisa dipercaya. Paling tidak, dia punya kemampuan untuk menangani segala masalah yang mungkin akan timbul.”
“Begitu, kamu memilih orang yang berbakat.”
Jika orang di atas ingin mengetahui kemampuan Reid dan memantaunya, maka orang yang tepat untuk pekerjaan ini tidak lain adalah Alma. Sebagai wali kelas, dia dapat mengamati dengan cermat kemampuan Reid, dan jika situasi tak terduga muncul, penyihir khusus seperti Alma dapat menyelesaikannya sendiri.
Karena pelaku serta tujuan dan kekuatan mereka belum ditemukan, kehadiran tidak hanya Reid tetapi juga penyihir kelas khusus serta orang-orang dengan kemampuan serupa untuk menangani masalah yang mungkin akan timbul sangatlah penting.
Oleh karena itu, Reid menyarankan agar Alma mengambil tanggung jawab menjadi "Supervisor Reid" selama debat dan menginstruksikannya untuk menugaskan orang yang dapat dipercaya untuk menjadi guru yang bertanggung jawab.
“Dengan begitu kita punya alasan bagus untuk bisa berinteraksi satu sama lain, dan di saat yang sama, penyihir kelas khusus bisa menangani banyak masalah dan menanganinya dengan lebih efisien.”
“Ah, bahkan orang-orang dari keluarga bergengsi Caldwen tidak dapat dengan mudah menemukan informasi rahasia atau detail investigasi, jadi aku akan menyelidiki masalah itu.”
"Baiklah. Aku mengandalkanmu."
“Baik, sesuai perintah Yang Mulia.”
Elria mengangguk setuju saat melihat dua orang lainnya tertawa dan berbicara.
“Ngomong-ngomong, Reid sangat berbakat dalam memanfaatkan orang.”
“Bagaimanapun juga, kamu adalah seorang jenderal di kehidupan sebelumnya. Selain itu, gadis Sage itu telah menciptakan pasukan yang bisa menggunakan sihir yang kuat, jadi kamu harus menggunakan tenagamu untuk melawan.”
"Aku tahu, itu sebabnya kamu sangat luar biasa."
Elria bertepuk tangan dan memuji Reid.
“…Bisakah kita melanjutkan?”
Alma berdehem.
“Kenapa kamu menghentikan kami?”
“Karena kalian berdua sibuk dengan duniamu sendiri.”
"Hah? Apa maksudmu?"
“Reid, mungkin topik yang akan datang adalah teori perluasan ruang multidimensi dengan sihir.”
“…Ah um, kalau begitu akan lebih baik untuk terus mendengarkan.”
Sambil menghela nafas frustrasi, Alma melanjutkan.
“Untuk saat ini, telah diputuskan bahwa aku akan melaporkan kemampuan Yang Mulia, dan jika ada informasi baru, harap beritahu aku――”
“Aku menjadi seperti ini dengan makan dan berolahraga.”
“…Jika kamu menjawab itu maka tidak heran Elise bingung.”
Menurut penjelasan Elria, sepertinya ada perbedaan kualitas kekuatan sihir, tapi Reid saat ini tidak tahu apa-apa tentang penyebab jadi dia tidak bisa menjawab.
“Apa pendapat Elria-chan tentang kemampuan Yang Mulia?”
"Mm... Jika harus kukatakan, rasanya kemampuan fisik Reid sangat kuat, sehingga tubuhnya dapat terhindar dari kerusakan yang bisa disebabkan oleh agen yang memberinya kekuatan magis khusus."
“…Jadi, kemampuan itu hanyalah efek samping?”
"Ya. Itu sebabnya aku mengatakan bahwa Reid sangat kuat.”
“Tetapi orang seperti itu tidak memiliki kemampuan untuk menggambar ulang seluruh peta…”
“aku setuju, ini bukan hanya kekuatan fisik… dari apa yang aku amati, rasanya seperti dia hanya memusatkan kekuatan sihir yang mengalir ke dalam pedang dan mengayunkannya dengan sekuat tenaga. Itu bukan sihir.
Elria mengangguk dan terus berbicara.
“Sebaliknya, jika dikatakan bahwa dia 'hanya mengayunkan pedang dengan kekuatan sihir', maka itu berarti Reid memiliki kekuatan sihir yang sangat padat dan kompleks. Itu sebabnya sihir kita terbatal karena kepadatan kekuatan sihir lebih sedikit dari Reid"
“Kepadatan sihir lebih sedikit…? Itu berarti, bahkan kekuatan sihir dari 'Sage' tidak sebanding?"
"Ya. Setidaknya ―― Reid memiliki kekuatan sihir dalam jumlah yang tidak diketahui dengan kepadatan yang jauh melampaui apa yang kita ketahui dalam sistem heksadesimal, termasuk milikku atau milik penyihir lain.”
Ada enam warna unsur penting saat menggunakan sihir: merah, biru, hijau, kuning, hitam, dan putih. Manusia memiliki kekuatan sihir yang mengandung warna-warna ini dan menyebarkan “Sihir” dengan mengatur segel atau rangkaian sihir yang sesuai.
Selain itu, landasan dasar sihir adalah manusia selalu memiliki setidaknya satu dan paling banyak enam elemen. Di samping itu. Selama seribu tahun terakhir, belum ada laporan apapun mengenai penemuan unsur atau warna baru.
“Kedengarannya mengesankan… tapi secara pribadi, menurutku itu merepotkan.”
“Ya, jika kamu memiliki kekuatan sihir seperti aku, kamu mungkin akan memiliki pemikiran yang sama.”
"Benar? Aku pikir kau akan bisa mengendalikannya karena kamu menggunakan keterampilan yang membutuhkan sihir dalam jumlah besar seperti <<Kajuu Jouzan Tenkai>> .”
“Bahkan kamu mungkin tidak bisa mengendalikannya. Bahkan mengeluarkan jenis kekuatan sihir yang sesuai dengan sihir yang ingin kamu gunakan terlalu sulit, dan jika warnanya tercampur, sihir itu tidak akan dikeluarkan.”
“Bahkan Elria yang berbakat pun merasa kesulitan, itu tidak mungkin bagiku.”
Singkatnya, bayangkan sebuah palet cat, dan sekarang kamu harus mengidentifikasi dan memilih warna yang diinginkan tanpa mencampurkannya dengan warna lain.
“Lagipula, menurutku sihir Reid bukanlah bawaan.”
“…Maksudmu aku belum memilikinya sejak aku lahir?”
"Ya. Kamu bilang sebelumnya bahwa kamu sering sakit saat masih kecil.”
Memang benar saat itu Reid sering terbaring di tempat tidur karena demam tinggi.
Membenci kelemahannya sendiri, dia memutuskan untuk berlatih, hanya untuk kembali terbaring di tempat tidur... dan sebelum dia menyadarinya, tubuhnya telah menjadi sekuat sekarang.
Alma mengangkat kepalanya seolah dia baru menyadari sesuatu.
“Apakah itu… reaksi beradaptasi dengan berbagai jenis kekuatan sihir?”
“Ya, itulah yang aku pikirkan.”
“Artinya… jika kuingat dengan benar, itu adalah reaksi ketika berbagai jenis kekuatan sihir memasuki tubuh, mengakibatkan tubuh menolak untuk sementara, kan?
"Ya ampun, aku terkejut kamu mau belajar."
Alma menepuk pundak Reid sambil tersenyum nakal.
Energi magis dianggap sebagai energi yang dihasilkan dalam proses sirkulasi. Manusia umumnya mempunyai sistem pembuluh darah utama yang sama, dan berbeda dalam bentuk dan jalur pembuluh darah yang lebih kecil. Faktor inilah yang menentukan sifat kesaktian seseorang.
Namun jika tubuh menerima darah yang mengandung jenis kekuatan sihir yang berbeda melalui transfusi darah atau cara lain, maka tubuh akan bereaksi karena belum bisa beradaptasi. Reaksi ini hanya bersifat sementara, karena lambat laun sihir aneh itu akan menyatu dengan kekuatan sihir yang ada sesuai peredaran darah dan pada akhirnya akan menyatu dengan tubuh.
“Demam adalah gejala penting dari reaksi anti-sihir jadi kedengarannya cukup masuk akal.”
“Aku mengerti secara teori, tapi jika itu masalahnya maka… ada beberapa hal yang tidak biasa di sini.”
“Ya, ini sungguh aneh.”
Masa kecil Reid adalah saat dia mengalami gejala-gejala tersebut.
Saat itu, Elria mungkin telah menyelesaikan penelitiannya tentang teori “Sihir”, namun teori tersebut belum diketahui secara luas, dan Sihir belum benar-benar ada.
Apa itu berarti --
“―― Seseorang dengan hati-hati menyuntikkan kekuatan sihir lain ke dalam tubuh Reid.”
Tubuh Reid bereaksi ketika menerima sihir yang seharusnya tidak ada. Tidak diragukan lagi, itu adalah pihak ketiga yang terlibat.
“Pembuluh darah seorang anak belum sepenuhnya berkembang, jadi ketika sumber energi magis lain memasuki tubuh selama waktu itu… alih-alih beradaptasi, kualitas energi magis dalam tubuh mungkin berubah-ubah."
“Ya, aku juga membaca beberapa laporan tentang anak-anak yang terluka parah yang menunjukkan jenis energi magis lain setelah menerima transfusi darah.”
Namun, ekspresi Elria dan Alma cukup serius.
“Kami dapat memahami hal ini sekarang, tetapi seribu tahun yang lalu ceritanya berbeda.”
“Ya… Ditambah lagi, karena reaksinya terjadi beberapa kali, itu berarti banyak darah yang diganti setiap kali, kan?”
“…Memang benar aku lemah saat masih muda, tapi aku tidak pernah terluka.”
“Jadi kamu hanya mendapatkan infus kekuatan sihir, tapi… bahkan teknologi saat ini pun tidak bisa melakukan itu. Terlebih lagi, sihir semacam itu belum dijelajahi saat ini, tapi orang itu tahu kalau itu cocok untuk Reid.”
Elria menyipitkan matanya dan terus berbicara.
“Seolah-olah ―― seseorang dari masa depan yang memberiku kekuatan.”
Biasanya hal itu mustahil, namun ―― ketika hal-hal yang mustahil terjadi bersamaan, hal itu bisa menjadi kenyataan.
Bahkan jika sesuatu yang misterius terjadi pada Reid dan Elria seribu tahun yang lalu, itu bukanlah kejutan. Namun, di tengah semua kejadian tersebut, ada satu hal yang pasti.
“Pokoknya aku masih bisa mengendalikannya saat ini, dan tidak ada masalah serius yang terjadi. Mungkin kita harus fokus pada hal lain.”
"Benar. Melaporkan situasi secara perlahan juga merupakan cara untuk mengulur waktu, dan tidak ada kata terlambat untuk mengetahui tentang Yang Mulia ――”
"Ah!" , Alma tiba-tiba menghela napas saat dia berbicara, dan wajahnya perlahan menjadi pucat.
“Aku lupa memberikan Yang Mulia sesuatu seperti yang di perintahkan…!!”
“Sesuatu untukku?”
Alma mengeluarkan selembar kertas tulis.
Itu adalah kertas berkualitas tinggi, dan terukir pada segel lilin adalah simbol familiar yang dikenali semua orang.
“Sepertinya itu adalah pesan langsung dari Keluarga Kerajaan kepada Yang Mulia, ya?”
Alma berkata sambil tersenyum kecut.
◁◎●Beri dukungan agar semangat Nge-TLnya●◎▷


Komentar